Bayang Bayang Wasiat

Setelah sekian lama saya tidak memposting di blog ini. Postingan kali ini saya memberi intro sedikit. Dalam postingan ini saya dibantu oleh AI (Artificial Intelegent) dari X (dulu: Twitter) untuk pengembangan ide cerita dan pendeskripsian cover dan Chat GPT versi gratis sebagai pembuat cover. Sedangkan saya sendiri sebagai hanya pemilik ide saja. Jika ada kesamaan nama tokoh, kejadian dan kejadian, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena ini murni ide dari saya sedangkan pengembangannya dari AI. Tujuan adanya postingan ini hanya hiburan semata. Berikut adalah cerita yang dikembangkan, selamat membaca: Hujan deras mengguyur desa kecil itu, menyisakan genangan lumpur di jalanan tanah yang sepi. Ayus duduk di sudut ruang tamu rumah tua peninggalan keluarganya, memeluk lututnya erat-erat. Cahaya lampu minyak berkedip-kedip, menerangi selembar kertas lusuh di tangannya—wasiat Bapak Sampudjo, ayahnya, yang ia temukan seminggu lalu. Tulisan tangan yang penuh goresan itu terasa seperti ba...